Kamis, 16 Oktober 2008

Gagal Jadi Caleg Ancam Bunuh Diri?

Lagi-lagi hari ini aku akan membahas tentang moral bangsa. Hari ini aku tak sengaja duduk dan mendengar berita di salah satu stasiun tv swasta yang ada di Indonesia. isi salah satu berita itu intinya adalah salah satu caleg ancam bunuh diri karena gagal dalam penyeleksian yang dilakukan oleh tim KPU.

Ironis ku mendengar berita tersebut sehingga membuatku tertawa dan sinis dengan sikap yang keluar dari pemikiran caleg tersebut, sambil mengerutu. ”Ko bisa sih pemikiran caleg sependek dan senorak itu?, memang gimana sih proses parpol memilih adjudannya untuk menuju kursi pemerintah? sehingga memilih orang yang sama sekali tidak memiliki pemikiran cerdas melainkan berfikiran sempit seperti itu?”

Bayangkan saja, seseorang yang tidak bisa bijaksana terhadap dirinya sendiri harus mewakili hak suara sebagian masyarakat di daerah yang akan ia pimpin nantinya. Apakah ia akan membuat kebijakan yang baik untuk masyarakat setempat?, sedangkan ia sendiri tidak dapat memaknai arti hidupnya sendiri serta bersikap tidak dewasa!

Atau ia dan parpol hanya terobsesi karena kegelimpangan harta dan kekuasaan yang akan mereka peroleh setelah mereka berkuasa? hal yang demikian hanya akan memperkeruh keadaan sosial serta ekonomi yang makin amburadul semasa jabatannya.. keserakahan dan keegoisan telah membutakan hati mereka dan tak akan pernah menjunjung arti kesejahteraan untuk masyarakat melainkan untuk dirinya sendiri!.

Kira-kira kapan ya kita bisa hidup bahagia bersama...?, Menyingkirkan keegoisan dan obsesi sendiri yang merugikan orang banyak...?, apa itu semua bisa terjadi...?. Semua orang tentu akan berpendapat berbeda sesuai dengan isi hati dan keyakinannya masing-masing. Semoga ada ibroh atau hikmah yang dapat kita ambil dari tulisan ini, khususnya untuk saya pribadi... :D ;D

Seperti biasa, silahkan berkomentar di bawah postingan tulisan ini sekedar untuk saran dan kritik untuk saya.. Trimakasih... ;-) ;-).

Citra Kejaksaan RI Di Ujung Tanduk

Sungguh ironi melihat pranata hukum dan tata negara yang ada di Indonesia. mulai dari tata letak kota yang terlihat semrawut, Ibu kota Jakarta yang hampir tak pernah luput dari kemacetan, warga miskin yang semakin merasakan penderitaan hidup di negri ini akibat para pelaku kejahatan yang umumnya berasal dari badan hukum pemerintah baik itu badan Legislatif, Eksekutif maupun Yudikatif dari negara ini. Kalaupun bukan dari institusi negara melainkan dari institusi swasta tetap saja dalam kenyataannya segala kejahatan yang ada bercampur dengan semarawutnya hukum dan moral yang terselingkup dalam hati pejabat negara dan kebijakan yang tak pernah terasa adil oleh rakyat indonesia.

Belum lama dan belum hilang terdengar kasus korupsi Jaksa Urip dan beberapa kawannya yang terikat kasus BLBI yang tak sengaja ataupun sengaja terekam percakapan negosiasi uang hasil korupsi dengan Artalita Suryani oleh KPK(Komisi Pemberantasan Korupsi), datang lagi kasus yang sangat dapat mencemarkan nama baik mahkamah agung kejaksaan di Indonesia akibat salah satu sikap dan moral anggota kejaksaan yaitu Kajari Tilamuta yang terekam juga sedang melakukan tindak pemerasan terhadap bupati daerah Boalimo – Gorontalo-Sulawesi .

Sungguh hal ini dapat menjadi bencana yang besar terhadap citra mahkamah konstitusi yang memang belum lama ini sering terexpose keburukannya di depan publik masyarakat Indonesia. Bila citra kejaksaan Indonesia sebagai salah satu badan tertinggi dan merupakan salah badan yudikatif negara yang bertugas mengawasi kebijakan yang turun dari badan Eksekutif(Orang Yang Memerintahkan Pelaksanaan Akan Kebijakan) yaitu Presiden, Gubernur, Bupati dll. seperti ini! mau dikemanakan keadilan dan moral bangsa..???

Sebuah badan yang seharusnya benar-benar adil dalam menimbang segala kebijakan yang keluar di Indonesia juga terlena dengan bujuk setan untuk korupsi bersama atau menerima kebijakan dengan pamrih imbalan. Bila demikian, lalu dimanakah citra hukum Indonesia diletakan? kalau bukan di tangan mereka, apakah di bawah kekuasaan politik uang yang tidak akan habis masanya karena pencucian yang telah lama Soeharto tanamkan terhadap bangsa? sampai kapan hal ini harus terus berlanjut? akan kah kita rela melihat yang sedemikian ini terjadi...? Kita sebagai masyarakat kecil yang dipandang pemerintah hanya berharap akan adanya keajaiban yang dapat merubah moral pejabat serta masyarakat kearah yang lebih baik dalam strata sosial.

Semoga Allah membukakan pintu rahmatnya buat kita semua dan buat Indonesia agar bangkit dari keterpurukan Moral ini, maaf bila ada tulisan saya yang tak berkenan dihati pembaca semua, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membantu saya dalam pengembangan tulisan-tulisan selanjutnya. Trimakasih ;D

Ada Apa Dengan Cinta...?

Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi. cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam dan tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan dan kebencian membawa kepada kemusnahan.

Tuhan Memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan Menganugrahi sekeping hati pada kita?, Karena Tuhan telah memberikan sekeping Hati lagi pada seseorang agar kita mencarinya dan memasangnya ;D.

Ada dua tetes air mata mengalir di sungai. satu tetes air mata menyapa tetes air mata yang lain. " Hai, saya air mata seorang gadis yang mencintai seseorang lelaki tetapi telah kehilangannya, k"lo kamu siapa...?tanya Air mata itu...? Air mata kedua menjawab, "Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja...!

Cinta sejati adalah ketika di mencintai orang lain, dan kamu masih tetap mampu tersenyum, sambil berkata, aku turut bahagia Untukmu..!☺☺☺

Bersambung.....

Rabu, 15 Oktober 2008

Bandwidth dan Througput Akses Jaringan

Ihsan bingung ketika akses internetnya dengan speedy kadang lambat dan kadang cepat untuk browsing, download maupun upload file di internet. Dalam hatinya speedy mempromosikan kecepatan download sampai dengan 386Kbps dan Upload 128Kbps atau setara dengan 4-8x kecepatan warnet umunya. Namun setelah ia mencoba beberapa cara untuk mengetes kecepatan sesungguhnya mulai dari aplikasi download manager hingga FTP untuk upload file ternyata bandwidth sesungguhnya yang didapat olehnya hanya berkisar 80 hingga 150 Kbps untuk download dan 20-40Kbps untuk upload file. Lalu ia menggerutu termakan iklan oleh marketing speedy...

Namun, karena ia orangnya penuh keingin tahuan kenapa pihak marketing speedy berbohong akan kecepatan akses internetnya. Maka ia browsimg tentang bandwidth dan tanya sana-sini unutuk memperoleh penjelasan sebenernya... mari kita ikuti kisah berikut :

Bandwidth

Bandwidth adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Bandwidth dapat dipakaikan untuk mengukur baik aliran data analog mau pun aliran data digital, dan bandwith bukanlah suatu ukuran kecepatan transfer data dalam internet.

Satuan yang dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau sering disingkat sebagai bps. Seperti kita tahu bahwa bit atau binary digit adalah basis angka yang terdiri dari angka 0 dan 1. Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (angka 0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain dalam setiap detiknya melalui suatu media. berbeda media yang digunakan, maka beda juga bandwidth yang akan di terima. berikut gambaran bandwidth pada beberapa media yang berbeda :

Media Transfer

P. Maks Media

Bandwidth

Kabel Coaxial 50 Ohm (Ethernet 10Base2, ThinNet)

200 M

10-100 Mbps

Kable Coaxial 75 Ohm (Ethernet 10Base5, ThickNet)

500 M

10-100 Mbps

UTP Kategori 5 (Ethernet 10BaseT, 100Base-TX)

100 M

10 Mbps

UTP Kategori 5 (Ethernet 10BaseT, 100Base-TX Fast Ethernet)

100 M

100 Mbps

Multimode (62.5/125um) Serat Optik 100Base-FX

2 Km

100 Mbps

Singlemode (10um core) Serat Optik 1000Base-LX

3 Km

1000 Mbps/ 1Gbps

Teknologi lain yang sedang diteliti

40 Km

2400 Mbps /2.4 Gbps

Wireless

100 M

2 Mbps

Infra Red (IrDA)

1 M

4 Mbps

O... begitu, berarti seharusnya bandwidth yang ditawarkan harus lebih besar donk... kan di tabel itu kecepatannya sampai Mbps, sedangkan telkom menawarakannya masih dalam batas Kbps..?

Untuk itu kita juga harus memahami konsep throughput dalam sebuah bandwidth dan kecepatannya..

Throughput

Throughput adalah bandwidth aktual yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang mendownload suatu file. Bagaimana cara mengukur bandwidth? Dan bagaimana hubungannya dengan throughput?

Seperti telah diulas di atas, bandwidth adalah jumlah bit yang dapat dikirimkan dalam satu detik. Berikut adalah rumus dari bandwidth:

  • Bandwidth = Jumlah Bits/Second

throughput lebih pada menggambarkan bandwidth yang sebenarnya (aktual) pada suatu waktu tertentu dan pada kondisi dan jaringan internet tertentu yang digunakan untuk mendownload suatu file dengan ukuran tertentu. Berikut adalah formula pembanding throughput dengan bandwidth:

  • Wkt_Download_terbaik = Ukuaran_File/Bandwidth
  • Wkt_Dowload Umumnya = Ukuran_File/Throughput

Jadi hendaknya kita tidak melihat kapasitas bandwidth saja, melainkan juga harus melihat sisi troughput dari sebuah koneksi...!. lalu apa saja yang dapat mempengaruhi throughput sebuah akses bandwidth..?

yang dapat mempengaruhi atau menyebabkan througput pada sebuah akses internet antara lain adalah..:

  • Piranti jaringan ( Media dsb)
  • Tipe data yang ditransfer (Mp3, Doc, dll)
  • Topologi jaringan ( Ring, Star, dll )
  • Banyaknya pengguna jaringan ( User yang Mengakses Internet )
  • Spesifikasi komputer client/user serta server tempat hosting file)
  • Spesifikasi komputer server dalam jaringan
  • Induksi listrik dan cuaca
  • Dan alasan-alasan lain.